Kenapa perut terasa lebih besar saat stres? Kenali istilah cortisol belly dan cara mengatasinya!
Pernah nggak sih kamu merasa badan lagi capek banget, pikiran juga penuh, tapi yang paling kelihatan justru perut terasa lebih bloated dari biasanya? Padahal, menu makan kamu nggak banyak berubah, bahkan mungkin lagi berusaha lebih sehat. Tapi kenapa ya, bagian perut justru terasa makin susah rata? Belakangan ini, kondisi ini sering dikaitkan dengan istilah cortisol belly, sebuah istilah yang viral di media sosial untuk menggambarkan perut buncit yang diduga karena stres. Tapi, sebenarnya ini valid secara medis, atau cuma tren internet aja?
Baca juga: Tired but Wired, Kenapa Tubuh Capek Tapi Pikiran Nggak Bisa Berhenti?
Apa itu cortisol belly dan kenapa ramai diperbincangkan?
Secara sederhana, cortisol belly adalah istilah populer untuk menggambarkan penumpukan lemak di area perut yang dikaitkan dengan stres. Dilansir dari WebMD, istilah ini bukan diagnosis medis resmi, melainkan cara orang menjelaskan perubahan bentuk tubuh, khususnya di area perut yang diduga berkaitan dengan hormon kortisol.
Sementara Healthline lebih sering menyebutnya sebagai stress belly, tapi konsepnya sama, yaitu stres yang terjadi terus-menerus bisa memengaruhi tubuh, termasuk cara tubuh menyimpan lemak. Makanya nggak heran kalau banyak orang merasa perut lebih cepat membesar dibandingkan bagian tubuh lain, badan terasa lebih berat atau bengkak, dan lemak di perut susah banget hilang, walaupun sudah olahraga.
Kalau dipikir-pikir, aneh juga ya emosi kok bisa berdampak ke bentuk tubuh? Jawabannya itu ada di hormon kortisol. Hormon ini dilepaskan saat tubuh kita sedang menghadapi tekanan. Dalam jangka pendek, ini sebenarnya membantu kita tetap waspada dan fokus. Tapi saat stres terjadi terus-menerus, kadar kortisol bisa tetap tinggi lebih lama dari yang seharusnya.
Lebih dari sekadar hormon, ini yang sebenarnya terjadi

Yang sering terjadi, bukan cuma soal kortisolnya saja, tapi efek domino dari stres itu sendiri. Saat stres, tubuh cenderung mencari makanan tinggi gula, garam, atau lemak. Bukan tanpa alasan, ini cara tubuh mencari energi cepat dan rasa nyaman. Lalu, pola tidur berantakan juga menjadi salah satu penyebabnya, pernah ga kamu ngerasain tired but wired, badan capek, tapi otak nggak bisa berhenti mikir. Kurang tidur ini bisa mengganggu hormon lapar dan kenyang.
Saat dalam kondisi stres, tubuh seperti masuk mode bertahan dan energi yang masuk lebih mudah disimpan, terutama di area perut. Akibatnya, reaksi pada tubuh bisa ada yang malas gerak, ada juga yang over-exercise tanpa recovery yang cukup, dua-duanya bisa memengaruhi keseimbangan hormon. Jadi, kalau kamu merasa perut berubah saat lagi stres, kemungkinan besar itu hasil kombinasi dari banyak faktor ini.
Baca juga: Rahasia Glow dan Recovery Cepat? Ini Manfaat Sauna untuk Kesehatan yang Bisa Bikin Badan Ringan!
Kapan harus lebih waspada dan bagaimana cara untuk mengatasinya?

Walaupun sering dianggap normal, ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan. Dilansir dadi WebMD, penumpukan lemak di perut juga bisa berkaitan dengan kondisi medis seperti cushing syndrome, yaitu ketika tubuh memproduksi terlalu banyak kortisol. Biasanya disertai tanda lain seperti, wajah terlihat lebih bulat, muncul stretch marks berwarna keunguan, dan lemak menumpuk di perut, tapi tangan dan kaki relatif kecil. Kalau kamu merasa perubahan tubuhnya cukup drastis atau nggak biasa, sebaiknya konsultasi ke dokter, ya.
Kalau penyebabnya kompleks, pendekatannya juga nggak bisa satu arah aja. Bukan sekadar diet atau olahraga keras. Lebih ke arah balancing your body again. Bisa dimulai dengan mengelola stres, nggak harus langsung meditasi yang berat. Hal sederhana seperti jalan kaki sore, journaling, atau ngobrol sama teman juga bisa bantu.
Mulai juga untuk perbaiki kualitas tidur, menurut Healthline, tidur yang cukup penting untuk menjaga keseimbangan hormon, termasuk yang mengatur rasa lapar. Setelah itu, bisa fokus ke pola makan yang realistis, kamu cukup makan yang teratur, perbanyak protein dan serat, kurangi makanan ultra-proses. Untuk bisa mengatasi permasalahan ini, kamu bisa mulai juga dengan pilih olahraga yang sesuai kondisi tubuh. Kalau lagi stres tinggi, nggak harus selalu HIIT. Coba kombinasikan dengan jalan kaki, yoga atau pilates, dan strength training ringan.
Baca juga: 3 Rekomendasi Wellness Studio di Jakarta yang Bisa Kamu Datangi!
Nah, cortisol belly memang bukan istilah medis, tapi bisa jadi alarm halus dari tubuh kamu. Bahwa mungkin, kamu lagi terlalu lelah, terlalu banyak beban pikiran, atau tubuh kamu butuh istirahat, bukan tekanan tambahan Jadi, daripada fokus ke cara mengecilkan perut secepat mungkin, mungkin yang lebih penting adalah mendengarkan apa yang tubuh kamu coba sampaikan.
Ada kalanya yang perlu kamu kurangi bukan cuma lemak, tapi juga stres yang kamu pendam sendiri, lho!
Images: Dok. iStock
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.