Lebih baik minum air hangat atau dingin untuk pencernaan? Ini perbedaan manfaatnya yang perlu kamu tahu!
Pernah nggak sih kamu denger nasihat, “jangan minum air dingin kebanyakan, nanti batuk”? Atau sebaliknya, kamu tim yang nggak bisa hidup tanpa air es, apalagi kalau cuaca lagi panas-panasnya? Topik hot water vs cold water ini ternyata bukan cuma soal preferensi, tapi juga sering dikaitkan dengan kesehatan, terutama pencernaan. Banyak yang bilang air hangat lebih ramah untuk perut, sementara air dingin dianggap bisa mengganggu proses cerna. Sebenarnya yang mana sih yang lebih baik?
Baca juga: Apa Itu Cortisol Face yang Lagi Viral? Benarkah Stres Bikin Wajah Puffy?
Hot water untuk pencernaan, kenapa sering dianggap lebih baik?
Kalau kamu tipe yang suka minum air hangat di pagi hari atau setelah makan, ternyata ada alasannya. Beberapa ahli menyebutkan bahwa air hangat bisa membantu mempercepat proses pengosongan lambung atau gastric emptying, yang artinya makanan bisa lebih cepat diproses oleh sistem pencernaan. Nggak heran kalau banyak orang merasa perutnya lebih ringan setelah minum air hangat.
Selain itu, dalam pendekatan seperti Traditional Chinese Medicine yang juga dibahas di GQ, hot water dipercaya membantu tubuh bangun dari kondisi istirahat dan mendukung kerja sistem pencernaan sejak pagi hari. Nggak cuma itu, minuman hangat juga punya efek relaksasi. Saat tubuh lebih rileks, sistem pencernaan pun bisa bekerja lebih optimal, makanya sering terasa lebih nyaman, terutama kalau kamu lagi kembung atau nggak enak perut.
Apakah minum cold water bisa ganggu pencernaan?

Nah, ini bagian yang sering banget jadi perdebatan. Sebenarnya nggak ada bukti kuat kalau air dingin itu berbahaya untuk pencernaan. Jadi mitos soal cold water mengganggu sistem pencernaan bisa jadi mitos aja. Tapi memang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Air dingin bisa sedikit memperlambat proses pencernaan, karena tubuh perlu menyesuaikan suhu terlebih dulu . Efeknya biasanya kecil banget, tapi pada beberapa orang, terutama yang punya perut sensitif, bisa terasa sebagai kembung atau nggak nyaman.
Baca juga: Pusing dan Mual Setelah Minum Matcha? Bisa Jadi Kamu Mengalami Matcha Sickness!
Di sisi lain, suhu minuman juga bisa memengaruhi kenyamanan saluran cerna. Ada beberapa artikel kesehatan menunjukkan suhu makanan atau minuman bisa berdampak pada gut discomfort atau rasa nggak nyaman di perut. Jadi bukan berarti air dingin jahat, tapi lebih ke bagaimana tubuh kamu meresponsnya.
Jadi, mana yang lebih baik untuk pencernaan?

Jawabannya mungkin nggak se-hitam-putih itu. Kalau fokusnya ke kenyamanan pencernaan, air hangat memang punya sedikit keunggulan. Bisa bantu tubuh lebih rileks, mempercepat proses cerna, dan terasa lebih nyaman, terutama kalau kamu lagi kembung, sembelit, atau punya perut sensitif Tapi bukan berarti air dingin harus dihindari. Faktanya, yang paling penting tetap hidrasi itu sendiri, bukan suhu airnya. Air dingin tetap oke banget, apalagi saat cuaca panas, setelah olahraga, atau kalau itu bikin kamu lebih semangat minum air.
Selain suhu, timing juga nggak kalah penting. Beberapa momen yang bisa bantu pencernaan kamu lebih optimal bisa dimulai dengan pagi hari setelah bangun tidur untuk bantu bangunin sistem cerna, sebelum makan untuk bantu persiapan pencernaan, dan setelah makan untuk bantu proses makanan Dan kalau kamu sering merasa nggak nyaman di perut, coba deh ganti ke air hangat di waktu-waktu ini, biasanya efeknya cukup terasa. Pada akhirnya, nggak ada aturan saklek harus minum air hangat atau dingin. Air hangat memang cenderung lebih nyaman untuk pencernaan, tapi air dingin juga tetap aman dan bermanfaat. Yang paling penting adalah kamu cukup minum dan merasa nyaman dengan pilihanmu.
Baca juga: Apa Itu Longevity Beauty? Tren yang Fokus ke Kulit Sehat Jangka Panjang!
Jadi, kamu tim air hangat yang calming atau tim air dingin yang super refreshing?
Images: Dok. iStock
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.