Jerawat dan PIH cenderung kemerahan di kulit? Mungkin sudah saatnya kamu coba azelaic acid.
Kalau kamu punya kulit berjerawat, salicylic acid (SA) mungkin sudah jadi sahabat setia di skincare routine-mu. SA memang udah terkenal ampuh buat eksfoliasi pori-pori dan meredakan jerawat. Tapi ternyata ada satu bahan aktif lain yang nggak kalah powerful dan justru lebih cocok untuk beberapa kondisi kulit tertent: azelaic acid (AZA).
Mungkin kamu sudah pernah dengar tentang azelaic acid, tapi masih bingung kapan sih harus pakai? AZA ampuh di jerawat dan jenis kulit yang seperti apa sih? Kita kenalan dulu, ya.
Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini Agar Jerawat Nggak Muncul Setelah Olahraga
Apa itu azelaic acid?
Azelaic acid adalah asam dikarboksilat alami yang awalnya diproduksi oleh ragi Malassezia yang hidup di permukaan kulit manusia. Di dalam tubuh, zat ini juga terbentuk secara alami dari proses metabolisme asam lemak dan ditemukan sebagai komponen fisiologis dalam urin manusia.
Secara ilmiah, AZA dikenal punya spektrum kerja yang luas, yaitu antibakteri, antiinflamasi, dan mampu mengurangi keratinisasi berlebih. Keratinisasi ini adalah penyumbatan pori-pori akibat sel kulit mati yang numpuk, karena itulah AZA sudah lama digunakan di dunia dermatologi untuk menangani berbagai kondisi, mulai dari jerawat, rosacea, hingga hiperpigmentasi.
Jerawat seperti apa yang perlu pakai azelaic acid?
Ini salah satu keunggulan AZA dibanding SA atau retinoid. AZA dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang aman untuk kulit sensitif dan reaktif, termasuk untuk pemilik kulit dengan kondisi rosacea. Bahkan, AZA adalah salah satu dari sedikit bahan aktif anti-jerawat yang dianggap aman digunakan selama kehamilan.
Selain jerawat pustule, dalam sebuah studi, krim AZA 20% menunjukkan efektivitas yang setara dengan tretinoin 0.05% untuk menangani komedo, dengan efek samping yang lebih ringan dibandingkan retinoid topikal.
Ini yang harus kamu tahu tentang cara pakainya

Nggak jarang yang sudah pakai azelaic acid, tapi merasa kurang ngefek. Bisa jadi, cara aplikasikannya masih kurang tepat. Instead of memakainya sebagai spot treatment di titik-titik yang berjerawat, azelaic acid dalam format krim diaplikasikan secara tipis-tipis di seluruh wajah.
Kamu bisa mulai dari konsentrasi 5% selama 4 minggu dipakai sehari sekali di malam hari. Setelah itu kamu bisa naikkan konsentrasinya sampa 20%. Biasanya setelah 3-6 bulan, hasilnya bisa mulai terlihat di kemerahan yang mereda dan komedo berkurang.
Azelaic acid bisa dibilang salah satu bahan aktif yang mild yet powerful, tapi di beberapa orang bisa saja muncul kekeringan di kulit Makanya banyak yang memilih sandwich method agar kulit tetap terjaga kelembapannya. Selain itu, wajib untuk pakai sunscreen juga ya di pagi harinya.
Baca juga: Sering Disepelekan, Ini 3 Penyebab Munculnya Jerawat di Dahi!
Di Indonesia, krim azelaic acid 20% dijual di apotek dan perlu resep dokter. Tapi konsentrasi lebih rendah bisa dengan mudah kamu temukan di skincare Korea, Jepang, ataupun Western kok untuk mencobanya dulu.
So, apakah kamu sudah pernah coba pakai azelaic acid untuk mengatasi jerawat?
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.